×
Siaran Pers Pembukaan MTN Lab x Balige Writers Festival: Emerging Writers 2026 Kamis 21 Mei 2026 Area Toba Art Space, Balige




Siaran Pers

Balige Writers Festival 2025

Desa Wisata Lumbangaol, 31 Juli-3 Agustus 2025  

 

 

Horas Jala Gabe!


Dengan gembira kami memberitahukan bahwa Balige Writers Festival 2026 kembali hadir. Tahun ini BWF akan diadakan pada 30 Juli – 2 Agustus 2026, berlokasi di Area Toba Art Space, Balige, Kabupaten Toba. Festival yang telah berlangsung keempat kali ini mengusung tema Membaca Sumatra dan subtema Marsirimpa, dalam bahasa Batak atau gotong royong dalam bahasa Indonesia. Tema ini merujuk pada peristiwa awal tahun ketika banjir melanda Sumatra. Dengan semangat marsirimpa, kita meyakini bahwa badai akan berlalu dan masyarakat akan bangkit dari keterbatasan serta ketidakberdayaan.  

Tahun ini Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya hadir dalam BWF 2026. Program MTN Seni Budaya bertujuan menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara berkelanjutan, serta menghubungkan talenta dengan berbagai peluang pengembangan kapasitas dan pasar di tingkat nasional maupun global. Inisiatif yang hadir di BWF 2026 adalah MTN Lab: Emerging Writers sebagai ruang penciptaan dan pengembangan karya melalui lokakarya yang mendukung proses kreatif talenta sastra secara menyeluruh, dan MTN Presentasi, yaitu tempat bagi talenta menampilkan karya untuk mendapat eksposur dan apresiasi dari publik dan pelaku industri. 

Program MTN Lab x BWF: Emerging Writers 2026 adalah upaya BWF dalam memunculkan penulis pemula berbakat yang berdomisili di Sumatra, terutama di Sumatra Utara, untuk memunculkan suara-suara Sumatra melalui prosa dan puisi, dan menghadirkannya dalam khalayak sastra Nusantara.  Panitia BWF 2026 telah mengumumkan secara terbuka kepada publik penulis untuk mengirim karya terbaik sepanjang 28 Maret - 27 April 2026. Panitia menerima cerpen dari 70 peserta, dan penjurian dilakukan pada 28 April–10 Mei 2026 oleh tiga kurator, Nestor Rico Tambunan (Jakarta), Ida Fitri (Aceh), dan Dian Purba (Tarutung). 

Dalam proses pembacaan, tim kurator menemukan gagasan-gagasan cemerlang mengenai masalah kerusakan lingkungan, bencana alam, budaya, kearifan lokal, dan masalah sosial politik di berbagai sudut Sumatra. Kurator menemukan kegelisahan yang sama ditulis oleh beberapa peserta, seperti masalah kerusakan lingkungan, bencana alam, persoalan perkebunan yang berkaitan erat dengan kegelisahan Sumatra pada umumnya. 

Setelah menimbang, kurator memilih tujuh emerging writers untuk mengikuti MTN Lab. Mereka adalah Fitriya Ningrum dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Gisti Kartika dari Pesisir Selatan Sumatra Barat, Haryadi Yansyah dari Palembang, Wendy Fermana Putra dari Lubuklinggau, Sumatra Selatan, Nanda Winar Sagita dari Takengon Aceh Tengah, Pringadi Abdi Surya dari Banda Aceh, dan Sri Yuni Dame Hutajulu dari Laguboti, Kabupaten Toba.  Sebagai mentor adalah Benny Arnas, penulis asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yang telah menerbitkan 33 buku beragam genre. 

Lokakarya diharapkan menghasilkan karya-karya berkualitas untuk dibukukan dan dipresentasikan dalam puncak pelaksanaan Balige Writers Festival 2026. Kiranya Tuhan menolong pekerjaan yang baik ini.


Balige, 21 Mei 2026

Panitia BWF 2026 

Related Post

×

Notice!!

Siap-siap buat Balige Writers Festival 2026! 📣✍️ Pendaftaran akan segera dibuka. Jangan sampai kelewatan kesempatan emas untuk berkarya dan berjejaring di BWF 2026. Yuk, baca persyaratannya sekarang dan pantau terus updatenya di @baligewritersfest. Horas!